Baca Al-Qur'an Online, Audio dan Terjemahan Lengkap ~

Bagaimana Hukum Memegang Al-Qur’an Terjemahan Tanpa Berwudhu ?

Pertanyaan:

Sebagian orang di negeri kami menerjemahkan al-Qur’an ke bahasa lain dan memegang terjemahan itu tanpa berwudhu’. Apakah perbuatan mereka ini benar atau tidak? Apakah memungkinkan penerjemahan al-Qur’an ke bahasa lain?

Jawaban al-Lajnah ad-Daaimah:

Ya, boleh menerjemahkan makna-makna al-Qur’an ke bahasa selain Arab. Sebagaimana bolehnya menafsirkan makna-maknanya dengan bahasa Arab. Hal itu adalah penjelasan makna yang dipahami penerjemah dari al-Qur’an. (Terjemahannya) tidaklah dinamakan al-Qur’an. Atas dasar itu, tidak mengapa seseorang memegang terjemahan makna-makna al-Qur’an dengan selain bahasa Arab dan tafsirnya dengan bahasa Arab, tanpa berwudhu’.

Hanya Allah lah Sang Pemberi taufiq. Semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para Sahabat beliau.

Al-Lajnah ad-Daaimah lil Buhuts al-Ilmiyyyah wal Iftaa’ (Komite Tetap dalam Pembahasan Ilmu (Agama) dan Fatwa):

Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil Ketua: Abdurrazzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
Anggota: Abdullah bin Qu’ud

(Pertanyaan pertama dari fatwa no 2882)

Penerjemah: Al ustadz Abu Utsman Kharisman

Daftar Surat Al-Qur'an

Fawaid